Selasa, 16 September 2008

Tentang Enterprise Resource Planning ERP

Modul Enterprise Resource Planning (ERP)



Ditulis oleh Admin
LATAR BELAKANGSistem ERP adalah sebuah terminologi yang secara de facto adalah aplikasiyang dapat mendukung transaksi atau operasi sehari-hari yang berhubungandengan pengelolaan sumber daya sebuah perusahaan, seperti dana, manusia,mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas.Sistem ERP dibagi atas beberapa sub-sistem yaitu sistem Financial, sistemDistribusi, sistem Manufaktur, sistem Maintenance dan sistem Human Resource.Untuk mengetahui bagaimana sistem ERP dapat membantu sistem operasi bisniskita, mari kita perhatikan suatu kasus kecil seperti di bawah ini:Katakanlah kita menerima order untuk 100 unit Produk A. Sistem ERP akanmembantu kita menghitung berapa yang dapat diproduksi berdasarkan segalaketerbatasan sumber daya yang ada pada kita saat ini. Apabila sumber dayatersebut tidak mencukupi, sistem ERP dapat menghitung berapa lagi sumberdayayang diperlukan, sekaligus membantu kita dalam proses pengadaannya. Ketikahendak mendistribusikan hasil produksi, sistem ERP juga dapat menentukancara pemuatan dan pengangkutan yang optimal kepada tujuan yang ditentukanpelanggan. Dalam proses ini, tentunya segala aspek yang berhubungan dengankeuangan akan tercatat dalam sistem ERP tersebut termasuk menghitung berapabiaya produksi dari 100 unit tersebut.Dapat kita lihat bahwa data atau transaksi yang dicatat pada satufungsi/bagian sering digunakan oleh fungsi/bagian yang lain. Misalnya daftarproduk bisa dipakai oleh bagian pembelian, bagian perbekalan, bagianproduksi, bagian gudang, bagian pengangkutan, bagian keuangan dansebagainya. Oleh karena itu, unsur 'integrasi' itu sangat penting danmerupakan tantangan besar bagi vendor vendor sistem ERP.Pada prinsipnya, dengan sistem ERP sebuah industri dapat dijalankan secaraoptimal dan dapat mengurangi biaya-biaya operasional yang tidak efisienseperti biaya inventory (slow moving part, dll.), biaya kerugian akibat'machine fault' dll. Dinegara-negara maju yang sudah didukung olehinfrastruktur yang memadaipun, mereka sudah dapat menerapkan konsep JIT(Just-In-Time). Di sini, segala sumberdaya untuk produksi benar-benardisediakan hanya pada saat diperlukan (fast moving).Termasuk juga penyedian suku cadang untuk maintenance, jadwal perbaikan(service) untuk mencegah terjadinya machine fault, inventory, dsb.Bagi industri yang memerlukan efisiensi dan komputerisasi dari segipenjualan, maka ada tambahan bagi konsep ERP yang bernama Sales ForceAutomation (SFA). Sistem ini merupakan suatu bagianpenting dari suatu rantai pengadaan (Supply Chain) ERP. Pada dasarnya, Salesyang dilengkapi dengan SFA dapat bekerja lebih efisien karena semuainformasi mengenai suatu pelanggan atauproduk yang dipasarkan ada di databasenya.Khusus untuk industri yang bersifat assemble-to-order atau make-to-orderseperti industri pesawat, perkapalan, automobil, truk dan industri beratlainnya, sistem ERP dapat juga dilengkapi dengan Sales Configuration System(SCS). Dengan SCS, Sales dapat memberikan penawaran serta proposal yangdilengkapi dengan gambar, spesifikasi, harga berdasarkan keinginan/pesananpelanggan. Misalnya saja seorang calon pelanggan menelpon untuk mendapatkantawaran sebuah mobil dengan berbagai kombinasi yang mencakup warna biru,roda racing, mesin V6 dengan spoiler sport dan lain-lain. Dengan SCS, Salesdapat menberikan harga mobil dengan kombinasi tersebut pada saat itu juga.Sistem ERP dirancang berdasarkan proses bisnis yang dianggap 'best practice'proses umum yang paling layak di tiru. Misalnya, bagaimana proses umumyang sebenarnya berlaku untuk pembelian (purchasing), penyusunan stok digudang dan sebagainya.Untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari sistem ERP, makaindustri kita juga haurs mengikuti 'best practice process' (proses umumterbaik) yang berlaku. Disini banyak timbul masalah dan tantangan bagiindustri kita di Indonesia. Tantangannya misalnya, bagaimana merubah proseskerja kita menjadi sesuai dengan proses kerja yang dihendaki oleh sistemERP, atau, merubah sistem ERP untuk menyesuaikan proses kerja kita.Proses penyesuaian itu sering disebut sebagai proses Implementasi. Jikadalam kegiatan implementasi diperlukan perubahan proses kerja yang cukupmendasar, maka perusahaan ini harus melakukan Business Process Reengineering(BPR) yang dapat memakan waktu berbulan bulan.Sebagai kesimpulan, sistem ERP adalah paket software yang sangat dibutuhkanuntuk mengelola sebuah industri secara efisien dan produktif. Secara defacto, sistem ERP harus menyentuh segala aspek sumber daya perusahaan yaitudana, manusia, waktu, material dan kapasitas. Untuk lebih meningkatkan kemapuan Sistem ERP perlu ditambah modul CRM, SRM, PLM dan juga Project Management. Karena sistem ERP dirancang dengan suatu proses kerja 'best practice', maka hal ini merupakan tantangan implementor ERP untuk melakukan implementasi sistem ERP di suatu perusahaan.Modul-modul Enterprise Resource Planning (ERP) Systems :1. Item Master Management (IMM)2. Bill Of Material (BOM)3. Demand Management (DM)4. Sales and Order Management (SOM)5. Master Production Scheduling (MPS)6. Material Requirements Planning (MRP)7. Capacity Requirement Planning 8. Inventory Mangement (INV)9. Shop Floor Control (SFC)10. Purchasing Management (PUR)11. General Ledger (GL)12. Account Payable (AP)13. Account Receivable (AR)14. Cost Control (CO)15. Financial Reporting (FIR)

Tidak ada komentar: